Jemari Kreatif indonesia

Khama Khama dari Kiara Flisha

Khama Khama dari Kiara Flisha

Adalah Kiara Flisha dibalik kancing bungkus kain (fabric buttons) dan buku catatan (notebook) cantik dari Khama Khama. Brand Khama Khama sendiri diambil Kiara dari nama anak-anaknya.  Ibu dari 2 anak yang cantik-cantik ini suka sekali mengkoleksi notebook. Kecintaannya pada notebook inilah yang mengantarkan Kiara membuat notebooknya sendiri. “Aku tuh ga bisa banget ngeliat notebook lucu-lucu, pasti aku beli”, kenang Kiara.  Kiara pun mengkoleksi notebook-notebook dari berbagai tempat. “Dulu aku suka menyampul buku-buku ku sendiri, sekarang aku buat notebook sendiri”, jelas Kiara.

Selain notebook, Kiara juga membuat kancing-kancing hias yang dibungkus dengan kain dengan motif yang sangat menarik yang biasa disebut dengan fabric buttons. “Untuk membuat kancing, aku pakai tekhnik sendiri. Awalnya coba-coba, tapi ketika sudah mendapatkan tekhnik yang pas, jadi puas dengan hasilnya”, jelas Kiara. Tidak sedikit kancing-kancing yang gagal dibuatnya. Tapi Kiara tidak bosan-bosan untuk mencobanya terus.  Saat ini, untuk pembuatan kancing Kiara sudah percayakan ke pekerjanya untuk membantunya, tetapi tidak dengan notebook. Kiara masih membuat notebook nya sendiri. “Pernah aku minta orang membantu untuk membuat notebook. Tapi hasilnya kurang bagus. Mereka kurang mempedulikan hal-hal detail. Kadang motif kainnya kurang presisi trus pinggiran siku bukunya ga rapih. Beda ya kalo kita kerjain sendiri. Kayaknya “Sense of belonging” nya ga ada sama mereka”, jelas Kiara. Kualitas sebuah notebook memang sangat diperhatikan oleh Kiara. Tak jarang Kiara bereksperimen dengan kain-kainnya sampai harus membuang banyak bahan. Tapi semua itu tidak dipedulikannya demi kepuasan pembeli karya-karya nya nanti.

Ibu dari 2 (dua) anak ini menggunakan waktu senggangnya untuk berkarya membuat kancing dan notebook. “Dulu waktu anakku baru satu aku bisa membuat lebih banyak dari sekarang”, terangnya sambil tertawa. “Tetapi sekarang aku harus pandai-pandai bagi waktu karena sekarang anakku yang kecil masih bayi”, lanjut Kiara.  Membagi waktu dan belum adanya orang yang dapat membantunya membuat notebook adalah salah satu kendala kecil yang dihadapi Kiara dalam membangun bisnis kecilnya ini. Saat ini pembeli masih dapat memesan motif untuk cover kancing dan notebooknya, kedepannya Kiara berencana untuk membuat kancing dan notebook yang ready stock sehingga pembeli dapat memilih langsung kancing dan notebook yang diinginkannya. “Ini adalah salah satu strategiku untuk meminimalisir pesanan yang banyak tapi waktu ku ga ada”, jelas Kiara. Tapi kendala ini bukanlah sebuah halangan. Bermodalkan kecintaannya pada dunia kerajinan tangan ini, Kiara terus bersemangat membuat karya-karyanya yang diharapkannya akan terus berkembang.

Selain itu, menambahkan nilai lain disebuah karyanya adalah salah satu ciri khas yang akan selalu ditampilkan Kiara untuk Khama Khama. Nilai tambah lain yang ada di Khama Khama antara lain adalah motif kain yang unik juga tekhnik pembuatan untuk fabric buttons.  Wanita lulusan fakultas Desain Komunikasi Visual dari salah satu universitas swasta di Jakarta ini sangat tahu apa yang dibutuhkan untuk membuat kancing dan notebook nya terlihat cantik dan unik. Oleh sebab itu, kain-kain yang digunakan untuk karya-karyanya sangat mengandalkan kejeliannya dalam memilih motif dan bentuk.

Semoga karya dari Kiara Flisha akan semakin berkembang sehingga dapat menghasilkan karya yang lebih banyak lagi.

 

 

 

Leave a Comment